Maret 31, 2014

Semua Belum Terlambat, Berubah dan Jadilah Cahaya Kecil Perubahan!


          Saya seringkali merasa sedih, ketika menyadari bahwa teman-teman Saya, dan Saya sendiri, adalah calon pemimpin masa depan. Saya akui Saya takut. Generasi Saya, dari sudut pandang Saya sendiri, masih begitu jauh dari kesan menjanjikan. Saya masih melihatnya seperti sebuah generasi yang kebanyakan suka berfoya-foya, tidak jujur, manja, kurang menghargai orang lain dan mudah terpengaruh. Sementara sebagian lainnya terlalu miskin untuk mengenyam pendidikan layak.

          Di berbagai sosial media, kami begitu bangga dengan gaya hidup hedonisme yang jauh dari kesan kesederhanaan dan keramahan Indonesia, bangga menggunakan produk-produk mahal buatan invasi luar negeri, kami masih sering membuat cyber war, yang sesungguhnya tidak penting dan hanya didasari masalah-masalah sepele, ribut antar fandom artis-artis luar negeri. Banyak dari kami senang dugem, keluyuran malam hari, berpakaian kurang sopan, dan bergaul terlalu bebas. Menghambur-hamburkan harta orangtua. Kebanyakan dari kami sudah tidak berorientasi pada adat-adat ketimuran dan norma-norma agama. Sementara sebagian kecil dari kami bahkan untuk mencari makan saja sulit, bekerja membanting tulang membantu orangtua, hidup dalam masa depan yang buram.

          Banyak dari kami sudah tidak mementingkan sekolah dan pendidikan, disaat sebagian dari kami bahkan tidak bisa menngecap bangku SMP. Kami masih sering mencontek saat ujian, menumbuhkan bibit-bibit korupsi di masa datang dan mengakarkan budaya tidak jujur di negeri ini. Bahkan Saya mendengar kabar bahwa kunci jawaban UN 2014 sudah beredar. Saya sangat kecewa dan sedih, mereka teman-teman Saya, mereka calon penerus bangsa juga. 

Kemudian Saya berpikir, bagaimana caranya bangsa ini berubah, kalau penerusnya tidak lebih baik dari generasi sebelumnya, atau bahkan lebih buruk?

          Saya memang melihat sistem pendidikan di negara kita masih sangat jauh dari kata baik dan memadai, hanya berorientasi pada nilai dan pencapaian, bukan proses. Saya melihat orangtua masih mendidik anak-anak mereka dengan cara yang tidak benar, tidak memeberikan contoh dan perhatian yang selayaknya anak-anak mereka dapatkan. Saya memang melihat sistem budaya ketimuran dan adat istiadat kita makin melemah daya regenerasinya, tergerus hal-hal negatif dari budaya luar. Tetapi, jangan terus menyalahkan sistem-sistem yang Saya akui memang buruk, karena itu tidak merubah apapun. Kebanyakan dari kita menyalahkan sistem dan kemudian tidak melakukan apa-apa, pasrah, dan "Ya, mau bagaimana lagi, toh memang sudah buruk dari awalnya". Mari berubah.

"Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results."
-Albert Einstein


Jangan pernah mengaharapkan hasil yang berbeda, apabila kita selalu melakukan usaha yang sama. Buka pikiran kita, carilah hal-hal dan perspektif baru, buat perubahan dan jadilah perubahan itu sendiri.

Saya meyakini kata ganti “kami” yang Saya gunakan dalam tulisan Saya ini tidak benar-benar mewakili semua generasi muda saat ini, masih ada sebagian dari kami yang peduli dan mengharapkan perubahan,masih ada harapan. Saya yakin sebagian kecil itu akan menjadi cahaya bagi kehidupan Indonesia di masa yang akan datang.
Semua belum terlambat, untuk berubah dan ikut menjadi cahaya kecil perubahan. Light up our candles, instead of cursing the darkness.


Maret 25, 2014

Every Little Thing Changes, Every Little Effort Counts.


Sometimes I wonder if Indonesian politician have ever read that Thatcher’s well-said. Setiap kali saya menonton program-program televisi lokal, saya dijejali iklan-iklan partai politik yang dipenuhi orang-orang yang mengaku sebagai calon pemimpin perubahan Indonesia. Terkadang menjadi lucu karena mereka seperti sedang berkeliling menjual dagangan pencitraan mereka. Entah bagaimana mereka semua mengatakan bahwa dirinya adalah pemimpin terbaik. Apa memang benar seperti itu, atau sesungguhnya mereka hanya sengit memperebutkan tahta kekuasaan?
Saya dan Anda adalah bagian dari generasi calon penerus, pengemban kepemimpinan bangsa di masa datang. Namun saya menjadi sadar bahwa kita adalah penerus mereka. Apa mau, Indonesia terus menerus stagnan seperti ini? Apa kemudian kita pasrah menjadi putra mahkota buruknya kepemimpinan Indonesia sekarang? Apakah kita tega, budaya keburukan birokrasi Indonesia terus dilestarikan, bahkan oleh kita, sampai ke anak-cucu di kemudian hari?
Tetapi kemudian Saya, mungkin juga Anda, just don’t know what we have to do. Semacam, “Terus, gue harus apa?”. Ingin merubah tapi tidak tahu bagaimana caranya merubah. Sebagian kita melihat Indonesia sudah terlalu kacau, dan akhirnya pasrah yang faktanya tidak mungkin merubah apapun.
Entah, Saya berpikir bagaimana apabila semua orang mengintrospeksi dirinya masing-masing, mencari kesalahan dan kemudian memperbaikinya.
Apa pengaruhnya?”
Every little thing changes, every little effort counts. Semua hal dimulai dari yang kecil, kemudian akan terus menerus menjalar ke semua aspek kehidupan. Kalau semua orang mau introspeksi dan perbaiki diri, impact-nya bakal luar biasa. Pemerintahan dijalankan oleh orang-orang yang benar, jujur, peduli dan profesional karena mereka menempatkan diri,  where they deserve. Dengan memperbaiki diri, kita juga memperbaiki bangsa.
"Be the change that you wish to see in the world." -- Mahatma Gandhi
 Nah, jadi initinya, kalau memang kita ingin melihat bangsa kita berubah, jadilah perubahan itu sendiri. Saya tidak sedang menggurui karena saya juga masih memiliki banyak hal untuk diperbaiki, dan sedang berusaha untuk itu.


Dari mana harus kita mulai?
Dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil dalam diri kita, dari hati nurani.

Agustus 18, 2013

From My Deepest.

I'm in the shady side, underneath the leafs that begins to fall.
3 PM, waiting for the dusk to come.
I have something to tell you but I can't.

So now it's all end up by a whisper I hope you hear.
From my deepest.
"I always hope we can meet again, someday..."

Juni 20, 2013

Morality.

This might be a kind of topic you hope you can avoid. But I'll tell you the truth, you can't. Maybe you can pretend to be but deep inside you're going to realize there's a power you can't resist and control, unconsciously; yes, fear of God. 
But first, what's morality, exactly?

"differentiation of intentions, decisions, and actions between those that are "good" (or right) and those that are "bad" (or wrong)."
--Based on Wikipedia.

In my prespective, morality is something abstract and invisible, but yet real, that leads us to be who we're gonna be or we're want to be. I think everyone has morality in their own thoughts, sounds like "hati nurani" or something in Bahasa. But in some kind of people maybe that part is closed by darkness. What darkness? It might be a feint, dissemblance? Or a pretending? 
Some people pretend to avoid or pretend that they didn't know. 

I convince you, we have it, morality, deep inside our heart. Spread it out?
I convince you, we do have a choice. Choose the right thing?

Juni 15, 2013

Three Princesses Goes to Kampung Budaya Sindang Barang!

Today was quite tiring but yet exciting. 2 friends came to my house; Tiani dan Oci yang gendutnya selangit. Biar rada kurusan dikit, Emang pada dasarnya kita pecinta alam dan lingkungan sekitar, soooooo we decided to see Kampung Budaya by jalan kaki! Gak jauh lah paling 1,5 kilo bolak balik. Through mountains and valleys, akhirnya kita sampai juga dengan selamat. Untung gak lupa bawa fotografer hahahaha
 Tiani-Oci-Husna

fotografer kita

3 anak ilang di Sindang Barang


Setelah foto-foto sampe capek, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke peradaban. Apalagi ada yang rumahnya di leweung seberang, Cibinong hahahahaha. Salam hangat terdahsyat and............cheerio!\:D/

Mei 23, 2013

A Late Night Post.

Hi you,
Here I do try not to think about that anymore, I swear. But still, those "why"s haunts me all the time. I hope you know, I'm okay and that's all I want to be. If you don't mind, please forget what've been happened before. Cheerio!

Mei 10, 2013

So, how's life?

My life has revolved around my school activities recently, still. I do love my class, @Superherosmanti, which is so awesome I can't explain.

April 10, 2013

Be Thankful.

I always believe that everything in this entire universe, happens, for a reason. It's kind of hard in the beginning because my thoughts are always end up being something like "It's so obviously not fair, God" or "I hate my life!", but why haven't we said, "Thank God, for everything You gave to me, may be it was my wrong" instead?
Be thankful, and find the happiness behind your thankfulness.

Maret 13, 2013

I found a motivation through Buku Sejarah.

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
Soewardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara)
Kutipan surat kabar De Expres, 13 Juli 1913.

Jujur, saya bergetar baca kutipan ini. Di usia yang waktu itu baru 24 tahun, beliau berani menulis ini. Berkontribusi luar biasa. Rela ditangkap, bahkan. Saya malu, saya belum bisa berbuat apa apa. Bahkan, hanya tinggal belajar saja saya masih dikelilingi rasa malas. Padahal kalau berbalik ke tahun 19-an awal, para pemuda masa itu semangat memperjuangkan persatuan nasional. Miris ya, melihat anak muda jaman sekarang yang hedonis dan cuma tau senang. I can't imagine how it feels to him if  he was still alive.

Sadar nggak sih, beliau sebenernya juga yang bisa bikin kita kayak sekarang. Seneng seneng, sekolah gampang, nggak perlu kucing kucingan sama pemerintah kolonial. Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, dan Cipto Mangunkusumo adalah segelintir manusia hebat yang (sepertinya) terlupakan sama remaja generasi sekarang. Saya kemudian berpikir, jika saya hidup di masa itu, beranikah saya melakukan apa yang mereka lakukan? Akankah saya bisa membuat perubahan, membantu menciptakan sebuah pergerakan nasional? Dan yang saya temukan adalah, jika mental saya seperti ini, seperti remaja remaja saat ini, tidak mungkin saya bisa seperti mereka.

Banyak orang yang mengelu-elukan Soekarno, but I'd rather want to meet them (Tiga Serangkai) if I could than Ir. Soekarno. Kenapa? It's actually because, I've been inspired by them with all those arousing actions and so, they weren't an orator. They spoke with their actions. Without any pupose but unify all of us among the colonialists.

Thanks for inspire me.

Februari 28, 2013

△stronomy.

Banyak yang bilang Astronomi itu susah. Well, kenyataannya, emang susah. I don't know why but I'm truly in love with its difficulty. Astronomi itu indah, walaupun yah emang susah. Beda dari pelajaran lain yang dipelajarin semua orang dan jadi mapel wajib di semua di sekolah, Astronomi itu eksklusif, penuh misteri, dan....asing. It really makes my eyes open wider that, there are so much things unbelievably out there. Infinite, masterpiece, but yet untouched.

Lebih ke kayak, "Maha Besar banget ya yang bikin semuanya ini..." dan Astronomy sometimes makes me deeply think the greatness of Him, which does not even get affordable by human thinking ability.. Masih banyak misteri diluar sana, yang mungkin, memang nggak bakal  bisa terjamah.

Revolusi pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia, dari jaman sebelum masehi bahkan, kadang juga bikin speechless. Gimana caranya manusia bisa menelaah *asik* awan Magellans, bahkan pada tahun 1910? Dulu itu nggak ada Hubble Space Telescope, maaaaan! Bahkan astronom-astronom jaman dulu bisa membagi-bagi langit jadi konstelasi, rasi bintang..... And the irony is I am living in 21th century but I can't even memorize their names!  

No matter what, meskipun nanti nggak bisa lolos terus ke provinsi, I'll be forever in love with Astronomy. 

Februari 27, 2013

"Nanti, kalau sudah besar mau jadi apa?"
Ya, pertanyaan yang dulu kayanya sepele. Pertanyaan buat anak TK. Gampang. Enteng. Liat nanti aja.
Tapi sekarang, pertanyaan itu menjadi satu pertanyaan yang susah banget dicari jawabannya. Sama sekali nggak sepele, nggak enteng. Nggak bisa liat nanti aja. Karena "nanti aja" yang dulu kita jawab itu sudah menjelma menjadi "sekarang". Dulu tuh ya, kayanya masih lamaaaaaaaaaaaaaaa banget buat "harus banget sekarang mikirin jawabannya". Kalau sudah besar? The main problem is I'm now "sudah besar" and I should've known the answer. 

Dulu, pilihan jawaban itu mungkin cuma 3; kalo enggak dokter, guru, ya pilot. Tapi sekarang, there are so many choices and I really don't know what I really want. How could I? Takut nggak bisa, takut salah, takut, takut, dan takut. Pilihan dan kesempatan memang membentang luas didepan kayak lapangan Sempur, tapi kalau salah langkah gimana? Nginjek batu, kesandung, kena becekan terus kotor, belom lagi kalo nginjeknya nginjek granat terus meledak dan hilang dari perdaban bumi tanpa membawa cukup amal. Ok random. Because there's no undo button in our life, choose and take the risk. Alamak.

Februari 24, 2013

Sunday 2/4/2013 11:38 AM

Yesterday was my another very disgusting day. Yak, I cried over something I shouldn't. Nggak tau kenapa, tapi kalo udah ngomongin masalah "itu" tuh rasanya air mata udah gak bisa kebendung, sekalipun sama kantong mata hasil begadang berbulan-bulan gini.

I actually hate this situation. These disputes are so terrible, because I am your daughter. To obey you is my obligation. And now, all I want from you is, please, understand me. It's an irony when I laughed at my powerlessness to refute you, hmm, sebagai seorang anak emang harus begitu kan? Diem aja, nurut, kalem, sama sekali nggak dikasih kesempatan buat ngomong juga gak papa kok. Ya kan?

I obviously know I'm still under your responsibility but yet I'm not your five years little girl anymore. I know you both have so much more experiences than me, but how I can grow up with this? Sometimes I just want to be free to decide what I really want. I wanna be independent, and see another side of life alone.
I love you more than the words I can say and I just want you to know that.

Februari 06, 2013

Viva la Vida!

 Nggak tau kenapa lagi seneng sama lagu ini dan tiba tiba terbersit pengen nge-cover (sebenernya lebih ke karaoke inisih), then I decided to upload mine on Soundcloud.