Agustus 13, 2014

Sometimes letting something go is a beautiful thing that ever happened in your life


“Kecewa nggak sih, impian ITB-nya harus kandas?”

Saya menulis ini karena saya lagi writer block buat nulis essay tugas ospek. And I don’t really have something to do so....yea. Here we go.

I always have dreams, until I become unaware of how high my dreams are. Someone told me there’s no mimpi ketinggian or something, but when you try to be more a realist, then they become clearer. You can’t reach them all. Or maybe you can, but God don’t let you be. I want to study in UK, or Germany, or maybe Norway.  I want to get to ITB. I want to work for NASA. I want this, I want that.
I had a dream, once. I honestly don’t remember the exact time when it started, I think it was around 2010 when I was a junior high school-er. I tried to forget UK and really into ITB (as my future college). I said that to everyone, here and there, that I want to go to ITB. Maybe I didn’t really know what I was facing that time, but I was young and stupid (this is a wrong adjective actually but I can’t think something else) so then I carried that dream everyday in my life.

Until then there was a night that made me thinking about how sometimes dreams were not parallel with the real future. Because of some reasons I had in my head (that I thought that was the most realistic), I think I don’t want to discuss it here but you can ask me personally, I (try to) let ITB go. I (try to) let my dream go.  I cried that night. It was sad. I let something I always want go. I asked someone for advice and he said, “...ya emang karena kita udah disiapin jalan masing-masing yang emang terbaik buat kita, kalo emg di’suruh’ masuk ITB jg pasti ada jalannya kok...”

Then I chose UGM instead of ITB in SNMPTN (even I knew it was a gamble too). I knew God had plan. Later I know ITB wasn’t  his plan for me. And here I am right now, ngerjain tugas ospek UGM ;;)
Am I dissapointed?

I’m a bit dissapointed that I never try. Ngeliat teman-teman struggle jatuh bangun, ngerasain gagal, I envy them for that. Jalan saya memang lumayan mulus, dan saya bersyukur untuk itu, but believe me nothing teach you the most but a bitter experience. Saya pengen berjuang untuk ITB, ikut SBMPTN, tapi kemudian saya beryukur dengan apa yg saya dapat, yang Tuhan kasih. I don’t want to force God because I never can. Saya ditakdirkan disini dan saya bersyukur. Kalau ga jadi kuliah di ITB nya sih saya nggak kecewa, karena saya tau bukan saya yg buat jalan saya sendiri. Saya tidak menyesal pernah mimpi ke ITB, dan berkoar-koar ke orang-orang, karena mimpi itu yg nganter saya sekarang bisa ke UGM.
We obviously can dream but we can’t always be what we’re dreaming of.




Agustus 12, 2014

PPSMB, Pentingkah?



Pertama kali saya dinyatakan diterima oleh UGM lewat jalur SNMPTN, tentunya saya sangat senang bisa diterima di kampus terbaik bangsa. Saya kemudian mulai membayangkan kehidupan kampus yang kelihatannya sangat menyenangkan ketika saya masih SMA. Tidak ada lagi seragam, tidak lagi ada ulangan, tugas, remedial, tidak ada lagi upacara bendera, dan lebih bebas melakukan apa saja. Intinya sesuatu yang lebih menyenangkan.
Tentu mungkin bagi kakak tingkat khayalan tersebut sesungguhnya tidak akan pernah terwujud. Kakak kelas saya kemudian bercerita banyak hal tentang tugas-tugas  yang tidak ada habisnya, kegiatan ini, kegiatan itu. Pokoknya kuliah itu melelahkan dan penuh perjuangan, dan tidak semenyenangkan harapan para mahasiswa baru, apalagi seperti di FTV. Perjuangan di kampus seharusnya sudah di kenalkan sejak dini kepada mahasiswa baru seperti saya.
Kemudian saya dikenalkan dengan PPSMB, atau nama lain dari ospek di UGM. Awalnya saya apatis dan menganggap enteng, tidak terlalu penting. Paling hanya seperti MOS di SMA yang isinya marah-marahan drama. MOS menurut saya tidak terlalu berpengaruh untuk kehidupan saya selanjutnya di sekolah. Padahal MOS memiliki kepanjangan Masa Orientasi Siswa yang mestinya memfasilitasi siswa untuk dapat berorientasi dengan kehidupan di se
kolah tersebut. Bukannya malah membebani siswa dengan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.
Menurut saya masa orientasi di suatu lembaga pendidikan sangatlah penting dan krusial. Disanalah kita dapat menilai sejauh mana kredibilitas sekolah tersebut. Kebanyakan sekolah ecek-ecek akan mengadakan MOS atau Ospek yang ecek-ecek pula. Penuh kekerasan, baik fisik maupun mental, dan senioritas. Masa orientasi ialah masa pengenalan. Apabila siswa atau mahasiswanya dikenalkan dengan kekerasan di awal, bagaimana masa depan para siswa atau mahasiswa nantinya? Bagaimana masa depan sekolah tersebut? Bagaimana nanti nasib bangsa kedepan dan bahkan peradaban dunia di kemudian hari apabila sekolah diisi dengan kekerasan? Bukankah lebih baik bila masa orientasi menjadi hal yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu siswa atau mahasiswanya? Masa orientasi diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, baik bagi siswa itu sendiri maupun lingkungannya.
Dan begitulah kira-kira harapan saya akan PPSMB Palapa UGM. Penuh manfaat bagi semua, dan menyenangkan. Karena suatu lembaga pendidikan dapat dinilai dari kualitas masa orientasinya, dan saya yakin UGM merupakan lembaga pendidikan yang sangat baik, kredibel, dan bermoral.  Saya berharap mendapatkan banyak pengalaman dan teman baru pada kegiatan ini.
Jadi apabila ada yang bertanya pada saya pentingkah PPSMB, saya tentunya akan menjawab penting, selama PPSMB dilaksanakan dengan baik dan sesuai aturan, serta tidak melanggar kaidah dan moral yang berlaku.

Juli 15, 2014

Have I Been Trapped the Whole Time?

Feels like life has been a trap this whole time.
And lying.
And torturing.
Because right and wrong doesn't even exist.
Dos and don'ts always look blurry and surreal.
Delusional.
.
.
Who are we?
What is life?
.
Then
.
Where are You?
Help me.
I'm lost.
.
Or,
Maybe,
You mislead me all this time?
.
.
.
Oh God forgive me.

Juni 15, 2014

I just don't know what to write.
I'm just here, sit, listen, think...
I backsound this moment with O by Coldplay.
"Fly on, ride through..."
Then here I go again, doing nothing but deep, deep, inside I feel something I can't even describe.
I don't hate you, you, or you, or my life.
I don't.
I don't?
I just don't know what you, you, or you, or my life, are.
.
.
.
Then I believe "not knowing" is the most dangerous thing.

Agustus 18, 2013

From My Deepest.

I'm in the shady side, underneath the leafs that begins to fall.
3 PM, waiting for the dusk to come.
I have something to tell you but I can't.

So now it's all end up by a whisper I hope you hear.
From my deepest.
"I always hope we can meet again, someday..."

Juni 20, 2013

Morality.

This might be a kind of topic you hope you can avoid. But I'll tell you the truth, you can't. Maybe you can pretend to be but deep inside you're going to realize there's a power you can't resist and control, unconsciously; yes, fear of God. 
But first, what's morality, exactly?

"differentiation of intentions, decisions, and actions between those that are "good" (or right) and those that are "bad" (or wrong)."
--Based on Wikipedia.

In my prespective, morality is something abstract and invisible, but yet real, that leads us to be who we're gonna be or we're want to be. I think everyone has morality in their own thoughts, sounds like "hati nurani" or something in Bahasa. But in some kind of people maybe that part is closed by darkness. What darkness? It might be a feint, dissemblance? Or a pretending? 
Some people pretend to avoid or pretend that they didn't know. 

I convince you, we have it, morality, deep inside our heart. Spread it out?
I convince you, we do have a choice. Choose the right thing?

Mei 23, 2013

A Late Night Post.

Hi you,
Here I do try not to think about that anymore, I swear. But still, those "why"s haunts me all the time. I hope you know, I'm okay and that's all I want to be. If you don't mind, please forget what've been happened before. Cheerio!

Mei 10, 2013

So, how's life?

My life has revolved around my school activities recently, still. I do love my class, @Superherosmanti, which is so awesome I can't explain.

April 10, 2013

Be Thankful.

I always believe that everything in this entire universe, happens, for a reason. It's kind of hard in the beginning because my thoughts are always end up being something like "It's so obviously not fair, God" or "I hate my life!", but why haven't we said, "Thank God, for everything You gave to me, may be it was my wrong" instead?
Be thankful, and find the happiness behind your thankfulness.

Maret 13, 2013

I found a motivation through Buku Sejarah.

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".
Soewardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara)
Kutipan surat kabar De Expres, 13 Juli 1913.

Jujur, saya bergetar baca kutipan ini. Di usia yang waktu itu baru 24 tahun, beliau berani menulis ini. Berkontribusi luar biasa. Rela ditangkap, bahkan. Saya malu, saya belum bisa berbuat apa apa. Bahkan, hanya tinggal belajar saja saya masih dikelilingi rasa malas. Padahal kalau berbalik ke tahun 19-an awal, para pemuda masa itu semangat memperjuangkan persatuan nasional. Miris ya, melihat anak muda jaman sekarang yang hedonis dan cuma tau senang. I can't imagine how it feels to him if  he was still alive.

Sadar nggak sih, beliau sebenernya juga yang bisa bikin kita kayak sekarang. Seneng seneng, sekolah gampang, nggak perlu kucing kucingan sama pemerintah kolonial. Ki Hajar Dewantara, Douwes Dekker, dan Cipto Mangunkusumo adalah segelintir manusia hebat yang (sepertinya) terlupakan sama remaja generasi sekarang. Saya kemudian berpikir, jika saya hidup di masa itu, beranikah saya melakukan apa yang mereka lakukan? Akankah saya bisa membuat perubahan, membantu menciptakan sebuah pergerakan nasional? Dan yang saya temukan adalah, jika mental saya seperti ini, seperti remaja remaja saat ini, tidak mungkin saya bisa seperti mereka.

Banyak orang yang mengelu-elukan Soekarno, but I'd rather want to meet them (Tiga Serangkai) if I could than Ir. Soekarno. Kenapa? It's actually because, I've been inspired by them with all those arousing actions and so, they weren't an orator. They spoke with their actions. Without any pupose but unify all of us among the colonialists.

Thanks for inspire me.

Februari 28, 2013

△stronomy.

Banyak yang bilang Astronomi itu susah. Well, kenyataannya, emang susah. I don't know why but I'm truly in love with its difficulty. Astronomi itu indah, walaupun yah emang susah. Beda dari pelajaran lain yang dipelajarin semua orang dan jadi mapel wajib di semua di sekolah, Astronomi itu eksklusif, penuh misteri, dan....asing. It really makes my eyes open wider that, there are so much things unbelievably out there. Infinite, masterpiece, but yet untouched.

Lebih ke kayak, "Maha Besar banget ya yang bikin semuanya ini..." dan Astronomy sometimes makes me deeply think the greatness of Him, which does not even get affordable by human thinking ability.. Masih banyak misteri diluar sana, yang mungkin, memang nggak bakal  bisa terjamah.

Revolusi pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia, dari jaman sebelum masehi bahkan, kadang juga bikin speechless. Gimana caranya manusia bisa menelaah *asik* awan Magellans, bahkan pada tahun 1910? Dulu itu nggak ada Hubble Space Telescope, maaaaan! Bahkan astronom-astronom jaman dulu bisa membagi-bagi langit jadi konstelasi, rasi bintang..... And the irony is I am living in 21th century but I can't even memorize their names!  

No matter what, meskipun nanti nggak bisa lolos terus ke provinsi, I'll be forever in love with Astronomy. 

Februari 27, 2013

"Nanti, kalau sudah besar mau jadi apa?"
Ya, pertanyaan yang dulu kayanya sepele. Pertanyaan buat anak TK. Gampang. Enteng. Liat nanti aja.
Tapi sekarang, pertanyaan itu menjadi satu pertanyaan yang susah banget dicari jawabannya. Sama sekali nggak sepele, nggak enteng. Nggak bisa liat nanti aja. Karena "nanti aja" yang dulu kita jawab itu sudah menjelma menjadi "sekarang". Dulu tuh ya, kayanya masih lamaaaaaaaaaaaaaaa banget buat "harus banget sekarang mikirin jawabannya". Kalau sudah besar? The main problem is I'm now "sudah besar" and I should've known the answer. 

Dulu, pilihan jawaban itu mungkin cuma 3; kalo enggak dokter, guru, ya pilot. Tapi sekarang, there are so many choices and I really don't know what I really want. How could I? Takut nggak bisa, takut salah, takut, takut, dan takut. Pilihan dan kesempatan memang membentang luas didepan kayak lapangan Sempur, tapi kalau salah langkah gimana? Nginjek batu, kesandung, kena becekan terus kotor, belom lagi kalo nginjeknya nginjek granat terus meledak dan hilang dari perdaban bumi tanpa membawa cukup amal. Ok random. Because there's no undo button in our life, choose and take the risk. Alamak.

Februari 24, 2013

Sunday 2/4/2013 11:38 AM

Yesterday was my another very disgusting day. Yak, I cried over something I shouldn't. Nggak tau kenapa, tapi kalo udah ngomongin masalah "itu" tuh rasanya air mata udah gak bisa kebendung, sekalipun sama kantong mata hasil begadang berbulan-bulan gini.

I actually hate this situation. These disputes are so terrible, because I am your daughter. To obey you is my obligation. And now, all I want from you is, please, understand me. It's an irony when I laughed at my powerlessness to refute you, hmm, sebagai seorang anak emang harus begitu kan? Diem aja, nurut, kalem, sama sekali nggak dikasih kesempatan buat ngomong juga gak papa kok. Ya kan?

I obviously know I'm still under your responsibility but yet I'm not your five years little girl anymore. I know you both have so much more experiences than me, but how I can grow up with this? Sometimes I just want to be free to decide what I really want. I wanna be independent, and see another side of life alone.
I love you more than the words I can say and I just want you to know that.

Februari 04, 2013

Rumit.

Kadang sesuatu itu emang rumit, ya... I don't even know what it is or why or since when but I know I hate this kind of feeling. It's more like a guilt than a joy.